Kashmir Diambang Perang

328

Keputusan India melucutkan undang-undang mengenai otonomi khusus terhadap wilayah Kashmir telah menuai amarah dari warga wilayah bergolak itu.

Pada Isnin 5 Ogss 2019, pemerintah India yang dipimpin oleh Parti Bharatiya Janata (BJP) membatalkan Pasal 370 yang menjamin status istimewa Kashmir di wilayah India.

Pemansuhan undang-undang itu membawa kemungkinan ‘Jammu dan Kashmir’, yang memiliki perundangan sendiri, kembali di bawah kuasa India sepenuhnya.

Sebelum pembatalan, wilayah indah itu mempunyai bendera yang terpisah dan kebebasan untuk membuat undang-undang, walaupun urusan luar negara, pertahanan dan komunikasi menjadi milik India.

Penguasa India mendakwa, Pasal 370 perlu dihapus untuk meletakkan Kashmir pada kedudukan yang sama dengan negeri-negeri lain dalam negara itu.

Ramai warga Kashmir percaya bahwa BJP pada akhirnya ingin mengubah garis ‘demografi’ wilayah majoriti Muslim dengan mengizinkan orang ‘non-Kashmir’ membeli tanah di sana.

Setelah pembubaran Pasal 370 dari undang-undang New Delhi, dilaporkan parlimen India membahaskan usuk untuk menurunkan status wilayah itu.

Kashmir akan hanya menjadi sebagai salah satu wilayah di bawah kesatuan India, yang hanya menikmati otonomi dengan sangat terbatas.

Kehadiran Tentera India di Kashmir

Askar India dilaporkan telah memasuki Jammu dan Kashmir secara besar-besaran.

Rashid Alvi, yang mengelola sebuah farmasi di Srinagar mengatakan bahwa, kehadiran angkatan India telah mengubah kawasan itu menjadi “penjara terbuka”.

“Orang ramai tidak boleh keluar dari rumah mereka kerana perintah berkurung pada malam hari,” Alvi berkata kepada BBC

Namun, ujar Alvi warga Kashmir “akan turun ke jalan” untuk memprotes langkah terbaru India.

Para pemimpin politik Kashmir telah menyeru agar rakyat Kashmir bangkit menentang rejim Bharatiya Janata (BJP).

“Orang-orang Kashmir dalam keadaan terkejut dan mereka masih memproses apa yang terjadi. Nampaknya lembah itu akan segera meletus (dengan pertempuran),” katanya.

Ada beberapa serangan dilaporkan telah dilakukan dengan melemparkan batu kepada pasukan India tetapi belum ada pernyataan rasmi tentang insiden tersebut.